RENDAHNYA
MINAT BACA BERPENGARUH TERHADAP
KUALITAS
BANGSA
Oleh:
Aip Sofiyulloh (1505917)
Abstrak
Minat
baca masyarakat Indonesia saat ini sangat rendah, karena kurang nya kesadaran
tentang pentingnya membaca yang
mempengaruhi kualitas suatu bangsa. Banyak hal-hal positif yang bisa kita
dapatkan dari membaca, kita bisa mengetahui sebuah informasi, pesan, dan ilmu.
Membaca bukan hanya sekedar kegiatan, melainkan sebuah jalan masuk nya suatu
ilmu yang baru, membaca juga merupakan jendela dunia yang dimana kita bisa
mengetahui segala informasi dari seluruh dunia. Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi minat baca adalah adanya faktor internal dan faktor eksternal,
faktor internal tersebut meliputi suatu motivasi yang berasal dari diri sendiri
dan ada pula faktor eksternal yaitu faktor penghambat dan faktor pendukung.
Dengan motivasi kita bisa membangun kesadaran diri dalam hal membaca karena
sebuah motivasi merupakan sebuah dorongan yang ditujukan untuk diri manusia
untuk mencapai suatu tujuan. Dalam kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari
seberapa banyak orang yang membaca di negara tersebut. Adapun kualitas suatu
bangsa juga dipengaruhi oleh tinggi rendahnya minat membaca dalam suatu bangsa.
Maka dari itu minat baca mempengaruhi kualitas suatu bangsa.
Kata Kunci: Minat
Baca, Kualitas Bangsa.
Pendahuluan
Membaca merupakan awal dari proses penyampaian pesan,
makna, atau maksud dari sebuah bacaan yang dapat memberikan suatu informasi
yang sudah ada. Membaca juga merupakan suatu kegiatan positif yang memberikan
banyak manfaat, sebuah ilmu bisa didapatkan dengan membaca, maka ada pepatah
mengatakan bahwa “membaca merupakan jendela dunia”, dari pepatah tersebut sudah
terlihat jelas bahwa membaca bukan hanya seruan tetapi merupakan sebuah jalan
masuknya suatu ilmu yang baru.
Minat baca merupakan suatu keinginan dari diri sendiri
dalam hal membaca. Saat ini banyak masyarakat yang kurang menyadari bahwa
membaca merupakan hal yang sangat penting, sehingga minat membaca menjadi
rendah, mereka lebih memilih untuk mendengarkan atau menonton suatu hal yang
bisa dijadikan sumber ilmu daripada membaca.
Tinggi rendahnya kualitas suatu bangsa dilihat dari cara
bangsa tersebut meningkatkan daya saingnya dengan Bangsa lain. Salah satu cara
meningkatkan kualitas suatu bamgsa adalah dengan meningkatkan minat membaca,
karena membaca merupakan suatu instrumen penting.
Isi
Pada zaman
sekarang, minat membaca dalam kehidupan masyarakat mulai rendah, diakibatkan
karena kurangnya pengertian terhadap manfaat membaca, padahal dengan membaca
kita dapat membuka jendela dunia, ketika jendela dunia terbuka, masyarakat
Indonesia akan dapat menilat “keluar” sisi-sisi apa yang ada dibalik jendela
tersebut. Sehingga cara berfikir masyarakat ankan lebih maju, yang akan
mengakibatkan meningkatnya suatu bangsa. Namun sayang sekali masyarakat
Indonesia memiliki minat membaca yang cukup rendah. Presentasi
minat baca menurut UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural
Organization) tersebut United Nations Development Proggrame (UNDP) atau Badan
Program Pembangunan PBB, merilis bahwa angka melek huruf orang dewasa di
Indonesia hanya 65,5 persen, jauh bila dibanding dengan negara tetangga
Malaysia 86,4 persen. Berdasarkan hasil penelitian yang sama indeks pembangunan
manusia (IPM) Indonesia berada pada posisi 121 dari 187 negara di dunia.
Kepala Perpustakaan RI Sri Sularsih
mengungkapkan, minat baca masyarakat Indonesia sangat minim. Data terakhir
Badan Pusat Statistik (BPS), 91,68 persen masyarakat Indonesia lebih menyukai
menonton televisi. Sementara, masyarakat yang memiliki minat membaca hanya 17
persen. Padahal, di Amerika, misalnya, dalam satu tahun rata-rata warganya
membaca 20 hingga 50 buku per tahun dan Jepang 20 hingga 30 buku per tahun.
Berdasarkan data di atas, bisa
terlihat jelas bahwa minat baca Bangsa Indonesia masih rendah, mereka jelas
lebih mengutamakan menonton tv daripada membaca. Membaca selalu identik dengan
buku atau media cetak, namun di zaman sekarang yang sudah serba digital,
membaca tidak lagi terpaku pada buku atau media cetak karena semua informasi
kini telah tersedia di media elektronik seperti internet dan dunia maya
lainnya.
Dalam upaya menumbuhkan minat baca
kita harus memahami dahulu pengertian minat. Minat merupakan dorongan yang
muncul dari dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu agar
kebutuhannya terpenuhi. Meskipun minat muncul karena kesadaran yang ada dalam
diri seseorang tetapi bukan berarti tidak dapat dimunculkan oleh dorongan yang
datang dari luar dirinya. Minat dapat dimunculkan melalui motivasi yang
dipengaruhi oleh faktor ekstrinstik. Cara menumbuhkan minat baca seseorang
antara lain dengan:
1. Bangunlah
Motivasi
Dalam meningkatkan minat baca harus dimulai dengan
motivasi diri membaca. bagi saya pandangan dalam meningkatkan motivasu
merupakan sebuah keharusan bila kita ingin menguasai dunia. Dengan membaca, pandangan
kita menjadi terbuka terhadap hal-hal baru.
2. Manfaatkan
Waktu Menunggu
Waktu
menunggu bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca. Waktu menunggu
dapat ditemui saat kita menunggu bis, sedang ada di angkot, menunggu seseorang
untuk bertemu, atau apapun.
3.
Membeli
Buku Setiap Minggu
Korbankan
uang saku Anda untuk membeli buku-buku berkualitas atau recommended setiap pekannya, terlepas Anda akan
membacanya atau tidak. Dengan membeli buku terus menerus, mau tidak mau Anda
pun akan ‘dipaksa’ untuk membaca (karena kalau ga dibaca sayang).
4.
Mengadakan
Perlombaan yang Berkaitan dengan Buku
Anda
dapat mengadakan perlombaan yang berkaitan dengan buku seperti mendongeng,
pidato, ataupun puisi. Karena mau tidak mau mereka harus membaca, selain itu juga
dapat menumbuhkan motivasi terhadap diri sendiri.
Selain
menumbuhkan minat baca, kita juga harus memperhatikan faktor-faktor yang
mempengaruhi minat baca. Faktor tersebut merupakan faktor penghambat dan faktor
pendukung:
1.
Faktor
Penghambat;
a.
Faktor
ekonomi; tingkat pendapatan yang rendah mempengaruhi daya beli seseorang dalam
membeli bahan bacaan.
b.
Faktor
budaya; umumnya masyarakat lebih senang dengan budaya lisan daripada tulisan.
Bahkan munculnya televisi dan internet telah melahirkan masyarakat yang lebih
senang mendengar dan melihat gambar.
c.
Sarana
membaca yang tersedia masih kurang.
d.
Kurangnya
teladan dari orangtua, tokoh masyarakat dalam memanfaatkan waktu luangnya untuk
membaca.
2.
Faktor
Pedukungnya;
a.
Adanya
lembaga pendidikan yang tersebat dari tingkat dasar hingga tingkat atas.
b.
Adanya
berbagai jenis perpustakaan maupun TBM (taman bacaan masyarakat) yang tersebar
diseluruh tanah air
c.
Banyaknya
media massa cetak
d.
Banyaknya
penerbit yang memiliki semangat pengabdian
e.
Adanya
kebijakan peerintah baik langsung maupun tidak langsung dalam mendorong dan
menumbuhkan minat baca masyarakat.
Metode
Metode
yang penulis gunakan adalah metode studi pustaka, dimana metode ini penulis
mengumpulkan berbagai literatur dari berbagai sumber. Sumber yang penulis
gunakan berasal dari internet dan buku yang berkaitan dengan materi tentang rendahnya
minat baca berpengaruh terhadap kualitas bangsa.
Gagasan
Sebagai bangsa Indonesia harus bisa meningkatkan minat
baca, karena dengan membaca kita bisa mendapatkan banyak ilmu dan informasi
yang dibutuhkan pada zaman sekarang. Kita bisa meningkatkan minat baca dengan
hal yang paling mudah yaitu dengan cara memotivasi diri sendiri, karena dengan
motivasi kita bisa mendapat dorongan agar lebih minat membaca, karena bangsa
yang berkualitas juga dilihat dari tinggi rendahnya minat membaca negara
tersebut.
Penutup
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan diatas kita bisa menarik
kesimpulan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih rendah dan itu sangat
mempengaruhi kualitas suatu bangsa Indonesia. Adapun faktor pendukung dan
penghambat minat baca juga sangat mempengaruhi kualitas bangsa. Berdasarkan
survei data, masyarakat Indonesia lebih suka menonton daripada membaca. Oleh
karena itu kita harus meningkatkan minat baca dengan cara: 1) membangun
motivasi, 2) memanfaatkan waktu
menunggu, 3) membeli buku setiap minggu, 4) mengadakan lomba yang berkaitan
dengan buku.
Saran
Masyarakat Indonesia sebaiknya dibudayakan untuk
membaca dengan cara menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang menarik minat
masyarakat untuk membaca. Bisa juga mengadakan sosialisasi tentang pentingnya
membaca untuk meingkatkan kuaitas bangsa.
Adapun kita dapat membuat perpustakaan keliling
(PUSLING) yang lebih menekankan kepada anak-anak muda sebagai generasi penerus
bangsa, agar dapat diteruskan kepada generasi selamjutnya.
Daftar
Pustaka
Holik,
Abdul. 2014. Taman Bacaan Masyarakat
dalam Rekaman Relawan. Bandung: Alfabeta.
Madya, Adi Putra. 2015. Krisis Minat
Baca, Indonesia Dalam Masalah.
(Online). Tersedia: http//www.kompasiana.com/andimadyaputra/krisis-minat-baca-indonesia-dalam-masalah_5535a3d66ea8342512da42d2
(22 Mei 2016).
_____. 2015. Minat Baca Masyarakat Rendah. (Online). Tersedia: http://www.republika.co.id/berita/koran/didaktika/15/05/13/noa0s829-minat-baca-masyarakat-rendah
(22 Mei 2016).