Sunday, May 22, 2016

ARTIKEL: RENDAHNYA MINAT BACA BERPENGARUH TERHADAP KUALITAS BANGSA

RENDAHNYA MINAT BACA BERPENGARUH TERHADAP
KUALITAS BANGSA
Oleh: Aip Sofiyulloh (1505917)

Abstrak
Minat baca masyarakat Indonesia saat ini sangat rendah, karena kurang nya kesadaran tentang  pentingnya membaca yang mempengaruhi kualitas suatu bangsa. Banyak hal-hal positif yang bisa kita dapatkan dari membaca, kita bisa mengetahui sebuah informasi, pesan, dan ilmu. Membaca bukan hanya sekedar kegiatan, melainkan sebuah jalan masuk nya suatu ilmu yang baru, membaca juga merupakan jendela dunia yang dimana kita bisa mengetahui segala informasi dari seluruh dunia. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca adalah adanya faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal tersebut meliputi suatu motivasi yang berasal dari diri sendiri dan ada pula faktor eksternal yaitu faktor penghambat dan faktor pendukung. Dengan motivasi kita bisa membangun kesadaran diri dalam hal membaca karena sebuah motivasi merupakan sebuah dorongan yang ditujukan untuk diri manusia untuk mencapai suatu tujuan. Dalam kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari seberapa banyak orang yang membaca di negara tersebut. Adapun kualitas suatu bangsa juga dipengaruhi oleh tinggi rendahnya minat membaca dalam suatu bangsa. Maka dari itu minat baca mempengaruhi kualitas suatu bangsa.
Kata Kunci: Minat Baca, Kualitas Bangsa.

Pendahuluan
          Membaca merupakan awal dari proses penyampaian pesan, makna, atau maksud dari sebuah bacaan yang dapat memberikan suatu informasi yang sudah ada. Membaca juga merupakan suatu kegiatan positif yang memberikan banyak manfaat, sebuah ilmu bisa didapatkan dengan membaca, maka ada pepatah mengatakan bahwa “membaca merupakan jendela dunia”, dari pepatah tersebut sudah terlihat jelas bahwa membaca bukan hanya seruan tetapi merupakan sebuah jalan masuknya suatu ilmu yang baru.
          Minat baca merupakan suatu keinginan dari diri sendiri dalam hal membaca. Saat ini banyak masyarakat yang kurang menyadari bahwa membaca merupakan hal yang sangat penting, sehingga minat membaca menjadi rendah, mereka lebih memilih untuk mendengarkan atau menonton suatu hal yang bisa dijadikan sumber ilmu daripada membaca.
          Tinggi rendahnya kualitas suatu bangsa dilihat dari cara bangsa tersebut meningkatkan daya saingnya dengan Bangsa lain. Salah satu cara meningkatkan kualitas suatu bamgsa adalah dengan meningkatkan minat membaca, karena membaca merupakan suatu instrumen penting.   

Isi
          Pada zaman sekarang, minat membaca dalam kehidupan masyarakat mulai rendah, diakibatkan karena kurangnya pengertian terhadap manfaat membaca, padahal dengan membaca kita dapat membuka jendela dunia, ketika jendela dunia terbuka, masyarakat Indonesia akan dapat menilat “keluar” sisi-sisi apa yang ada dibalik jendela tersebut. Sehingga cara berfikir masyarakat ankan lebih maju, yang akan mengakibatkan meningkatnya suatu bangsa. Namun sayang sekali masyarakat Indonesia memiliki minat membaca yang cukup rendah. Presentasi minat baca menurut UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) tersebut United Nations Development Proggrame (UNDP) atau Badan Program Pembangunan PBB, merilis bahwa angka melek huruf orang dewasa di Indonesia hanya 65,5 persen, jauh bila dibanding dengan negara tetangga Malaysia 86,4 persen. Berdasarkan hasil penelitian yang sama indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia berada pada posisi 121 dari 187 negara di dunia.
          Kepala Perpustakaan RI Sri Sularsih mengungkapkan, minat baca masyarakat Indonesia sangat minim. Data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS), 91,68 persen masyarakat Indonesia lebih menyukai menonton televisi. Sementara, masyarakat yang memiliki minat membaca hanya 17 persen. Padahal, di Amerika, misalnya, dalam satu tahun rata-rata warganya membaca 20 hingga 50 buku per tahun dan Jepang 20 hingga 30 buku per tahun.
          Berdasarkan data di atas, bisa terlihat jelas bahwa minat baca Bangsa Indonesia masih rendah, mereka jelas lebih mengutamakan menonton tv daripada membaca. Membaca selalu identik dengan buku atau media cetak, namun di zaman sekarang yang sudah serba digital, membaca tidak lagi terpaku pada buku atau media cetak karena semua informasi kini telah tersedia di media elektronik seperti internet dan dunia maya lainnya.
            Dalam upaya menumbuhkan minat baca kita harus memahami dahulu pengertian minat. Minat merupakan dorongan yang muncul dari dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas tertentu agar kebutuhannya terpenuhi. Meskipun minat muncul karena kesadaran yang ada dalam diri seseorang tetapi bukan berarti tidak dapat dimunculkan oleh dorongan yang datang dari luar dirinya. Minat dapat dimunculkan melalui motivasi yang dipengaruhi oleh faktor ekstrinstik. Cara menumbuhkan minat baca seseorang antara lain dengan:
1.    Bangunlah Motivasi
Dalam meningkatkan minat baca harus dimulai dengan motivasi diri membaca. bagi saya pandangan dalam meningkatkan motivasu merupakan sebuah keharusan bila kita ingin menguasai dunia. Dengan membaca, pandangan kita menjadi terbuka terhadap hal-hal baru.
2.    Manfaatkan Waktu Menunggu
Waktu menunggu bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca. Waktu menunggu dapat ditemui saat kita menunggu bis, sedang ada di angkot, menunggu seseorang untuk bertemu, atau apapun.
3.    Membeli Buku Setiap Minggu
Korbankan uang saku Anda untuk membeli buku-buku berkualitas atau recommended setiap pekannya, terlepas Anda akan membacanya atau tidak. Dengan membeli buku terus menerus, mau tidak mau Anda pun akan ‘dipaksa’ untuk membaca (karena kalau ga dibaca sayang).
4.    Mengadakan Perlombaan yang Berkaitan dengan Buku
Anda dapat mengadakan perlombaan yang berkaitan dengan buku seperti mendongeng, pidato, ataupun puisi. Karena mau tidak mau mereka harus membaca, selain itu juga dapat menumbuhkan motivasi terhadap diri sendiri.
          Selain menumbuhkan minat baca, kita juga harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca. Faktor tersebut merupakan faktor penghambat dan faktor pendukung:
1.    Faktor Penghambat;
a.    Faktor ekonomi; tingkat pendapatan yang rendah mempengaruhi daya beli seseorang dalam membeli bahan bacaan.
b.    Faktor budaya; umumnya masyarakat lebih senang dengan budaya lisan daripada tulisan. Bahkan munculnya televisi dan internet telah melahirkan masyarakat yang lebih senang mendengar dan melihat gambar.
c.    Sarana membaca yang tersedia masih kurang.
d.    Kurangnya teladan dari orangtua, tokoh masyarakat dalam memanfaatkan waktu luangnya untuk membaca.
2.    Faktor Pedukungnya;
a.    Adanya lembaga pendidikan yang tersebat dari tingkat dasar hingga tingkat atas.
b.    Adanya berbagai jenis perpustakaan maupun TBM (taman bacaan masyarakat) yang tersebar diseluruh tanah air
c.    Banyaknya media massa cetak
d.    Banyaknya penerbit yang memiliki semangat pengabdian
e.    Adanya kebijakan peerintah baik langsung maupun tidak langsung dalam mendorong dan menumbuhkan minat baca masyarakat.

Metode
Metode yang penulis gunakan adalah metode studi pustaka, dimana metode ini penulis mengumpulkan berbagai literatur dari berbagai sumber. Sumber yang penulis gunakan berasal dari internet dan buku yang berkaitan dengan materi tentang rendahnya minat baca berpengaruh terhadap kualitas bangsa.

Gagasan
          Sebagai bangsa Indonesia harus bisa meningkatkan minat baca, karena dengan membaca kita bisa mendapatkan banyak ilmu dan informasi yang dibutuhkan pada zaman sekarang. Kita bisa meningkatkan minat baca dengan hal yang paling mudah yaitu dengan cara memotivasi diri sendiri, karena dengan motivasi kita bisa mendapat dorongan agar lebih minat membaca, karena bangsa yang berkualitas juga dilihat dari tinggi rendahnya minat membaca negara tersebut. 

Penutup
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan diatas kita bisa menarik kesimpulan bahwa minat baca masyarakat Indonesia masih rendah dan itu sangat mempengaruhi kualitas suatu bangsa Indonesia. Adapun faktor pendukung dan penghambat minat baca juga sangat mempengaruhi kualitas bangsa. Berdasarkan survei data, masyarakat Indonesia lebih suka menonton daripada membaca. Oleh karena itu kita harus meningkatkan minat baca dengan cara: 1) membangun motivasi, 2)  memanfaatkan waktu menunggu, 3) membeli buku setiap minggu, 4) mengadakan lomba yang berkaitan dengan buku.

Saran
Masyarakat Indonesia sebaiknya dibudayakan untuk membaca dengan cara menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang menarik minat masyarakat untuk membaca. Bisa juga mengadakan sosialisasi tentang pentingnya membaca untuk meingkatkan kuaitas bangsa.
Adapun kita dapat membuat perpustakaan keliling (PUSLING) yang lebih menekankan kepada anak-anak muda sebagai generasi penerus bangsa, agar dapat diteruskan kepada generasi selamjutnya.

Daftar Pustaka
Holik, Abdul. 2014. Taman Bacaan Masyarakat dalam Rekaman Relawan. Bandung: Alfabeta.
Madya, Adi Putra. 2015. Krisis Minat Baca, Indonesia Dalam Masalah. (Online). Tersedia: http//www.kompasiana.com/andimadyaputra/krisis-minat-baca-indonesia-dalam-masalah_5535a3d66ea8342512da42d2 (22 Mei 2016).
_____. 2015. Minat Baca Masyarakat Rendah. (Online). Tersedia: http://www.republika.co.id/berita/koran/didaktika/15/05/13/noa0s829-minat-baca-masyarakat-rendah (22 Mei 2016).